Alumni Beasiswa SCB BAZNAS

Sariman : Dari Mengeja Alif Ba Ta Hingga Hafal 10 Juz

08/05/2026 | TIM Media BAZNAS

Di sudut terpencil Desa Sokop, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kepulauan Meranti, sebuah perjalanan spiritual dimulai. Tahun 2018 bukan sekadar pergantian kalender bagi Sariman, itu adalah tahun di mana cahaya Islam merasuk ke dalam hatinya. Sebagai seorang mualaf, ia melangkah dengan keyakinan baru, meski jalan yang membentang di depannya tidaklah mudah.

Dengan tekat yang bulat, Sariman berangkat untuk mengikuti seleksi penerimaan Siswa baru SEKOLAH CENDEKIA BAZNAS di Pekanbaru pada tahun 2018, ia tidak sendirian, dengan pendampingan dari Baznas Kabupaten Kepulauan Meranti (Bpk Fuji Rizqiono) yang memberikan dukungan moral bagi sang mualaf muda yang saat itu masih asing dengan dunia barunya.

Kala itu, lidahnya masih kaku. Di hadapan para penguji, Sariman terbata-bata mengeja huruf demi huruf Hijaiyah. Namun, di balik lisan yang belum lancar itu, ada tekad baja yang menyala. SEKOLAH CENDEKIA BAZNAS melihat potensi besar dalam diri sang mualaf ini dan memberinya kesempatan untuk menimba ilmu. Ia diterima bukan karena apa yang sudah ia tahu, melainkan karena seberapa besar ia ingin belajar.

Memulai dari nol di lingkungan Asrama, bukanlah perkara mudah bagi seorang mualaf dari Bandar Raya Desa Sokop. Sariman harus belajar dua kali lebih keras. Saat yang lain sudah mulai menghafal surat-surat panjang, ia masih bergelut dengan makhraj dan tajwid dasar. Namun, Sariman tidak pernah mengenal kata surut. Setiap subuh yang dingin dan malam yang larut menjadi saksi bisu kegigihannya. Ia bukan hanya sekadar menghafal kata-kata, ia sedang membangun identitas barunya sebagai seorang Muslim.

Siapa sangka, anak yang dulunya kesulitan mengeja huruf Alif, Ba, dan Ta serta membedakan huruf Jim dan Kha itu kini telah bertransformasi. Berkat ketekunan dan bimbingan yang konsisten di SEKOLAH CENDEKIA BAZNAS, Sariman kini telah berhasil menghafal 10 Juz Al-Qur'an, 120 Hadist dan Do'a-do'a pilihan.

Suara yang dulu gemetar mengeja huruf Hijaiyah kini mengalun merdu melantunkan ayat-ayat suci dengan penuh keyakinan. Ia membuktikan bahwa hidayah yang dijemput dengan kerja keras akan membuahkan kemuliaan.

Tak hanya unggul di bidang religi, Sariman juga membuktikan diri di kancah nasional sebagai atlet berprestasi membawa harum nama daerah dan sekolah. Jejak prestasinya tercatat apik dalam sejarah:

1. Medali Emas : PUMA Open Nasional tahun 2020.

2. Medali Perunggu : Badan Narkotika Nasional Cup 3 tahun 2023.

Kini, Sariman telah melangkah ke jenjang pendidikan tinggi. Ia tercatat sebagai mahasiswa semester 4 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Jiwa kepemimpinannya pun semakin terasah, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Dari seorang mualaf yang pemalu, ia tumbuh menjadi penggerak masyarakat yang visioner.

Keberhasilan ini, menurut Sariman, adalah buah dari kolaborasi Program Baznas. Dengan penuh kerendahan hati, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada:

1. BAZNAS Kabupaten Kepulauan Meranti.

2. BAZNAS Provinsi Riau

3. BAZNAS Republik Indonesia.

4. Serta Sekolah Cendekia Baznas

Melalui program beasiswa BAZNAS, mimpi anak pesisir ini menjadi nyata. Sariman juga menitipkan pesan menyentuh untuk para pahlawan di balik layarnya:

"Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh Muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui BAZNAS. Zakat yang Anda berikan bukan sekadar kewajiban, melainkan jembatan bagi saya dan banyak anak bangsa lainnya untuk meraih cita-cita yang sebelumnya terasa mustahil."

Sariman adalah bukti nyata bahwa Zakat dan Pendidikan (melalui BAZNAS) adalah jembatan yang mampu mengubah mustahik menjadi muzaki di masa depan, dan mengubah keterbatasan menjadi prestasi yang gemilang.

Editor : F_R

KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

Copyright © 2026 BAZNAS

Kebijakan Privasi   |   Syarat & Ketentuan   |   FAQ  |   2.2.12